kenapa saya harus merayakan Sumpah Pemuda 2009
28 Oktober 2009
Selamat malam,
Ketika saya menuliskan ini, 81 tahun Sumpah Pemuda tinggal 1 jam lagi. Sebagian orang mungkin gak peduli atau bingung kenapa saya harus repot-repot ngotot mengajak Anda semua untuk merayakan Sumpah Pemuda.
Jujur, saya sendiri sempat mempertanyakan kepada diri saya sendiri, “untuk apa?”. Tapi ketika saya melihat banyak orang gak lagi peduli, bahkan LUPA sama hari dimana Indonesia bisa bersatu tanpa peduli perbedaan, saya mendapatkan jawabannya, “Sesekali kita butuh orang lain untuk mengingatkan, kalau perubahan ada di tangan kita bila kita mau saling percaya dan berjuang bersama.”
Selamat ulang tahun ke 81 Sumpah PemudaKU. Semoga Indonesia dengan segala perbedaannya bisa terus maju dan menjadi satu.
Cheers
galang wani yudhaya
dukung gerakan peringatan Sumpah Pemuda 2009 online http://www.facebook.com/group.php?gid=20…
ayo bangun pemuda-pemudi Indonesia!
26 Oktober 2009
Ini karya dari Sarita Fraya untuk “Gerakan Sumpah Pemuda 2009 online.”
Video musik \”Bangun Pemuda pemudi\”
ayo bangun pemuda-pemudi Indonesia!! tunjukin suara lo untuk Indonesia satu!
Cara ikutan “Gerakan Peringatan Sumpah Pemuda 2009 online”
1. Pasang teks Sumpah Pemuda atau buat video singkat terus upload di semua media online yang kamu punya (Facebook, twitter, blogspot, plurk, frienster, dsb).
2. join grup Sumpah Pemuda 2009, di Facebook (lambangnya bendera merah putih) dan follow twitter. Id-nya; “sumpahpemuda09″
3. Share link atau apapun yang udah kamu buat, atau sekedar tulis teks sumpah pemuda dengan nama kamu dibawahnya dan post di grup facebook Sumpah Pemuda 2009 atau twitter. Id-nya; “sumpahpemuda09″.
4. untuk mempermudah, kamu semua bisa copy teks yg udah gua siapin:#sumpahpemuda2009 kmi putra&putri Indonesia brtmpah darah tnah air Indonesia, berbngsa bngsa Indonesia, mnjunjung bhs prstuan bhs Indonesia
Bersama untuk Sumpah Pemuda 2009
22 Oktober 2009
Hari ini Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono resmi memimpin Negeri ini. Seluruh rakyat pastinya berharap akan adanya sebuah perubahan yang lebih baik di masa mendatang. Tapi apakah tanggung jawab itu hanya ada di kedua pemimpin kita? Menurut gua, kita juga punya tanggung jawab itu.
Perubahan akan terjadi kalau 200 juta lebih orang Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis suku dan latar belakang, seperti Jawa, Ambon, India, Cina, Batak, Irian Jaya, dll, bisa bersatu, mengesampingkan segala perbedaan dan berdiri bersama sebagai satu identitas, “Rakyat Indonesia”.
Untuk itu mulai lah dari hal-hal kecil. Mulai lah dari membangkitkan rasa bangga kita terhadap Indonesia lalu menularkannya kepada orang-orang di sekeliling kita.
Seperti pada tahun 1928 ketika pemuda Indonesia dari bermacam ras dan suku berhasil menginspirasikan seluruh negeri dari sebuah rumah kecil lewat konfrensi pemuda yang menghasilkan Sumpah Pemuda.
Kini 81 tahun sesudah hari bersejarah itu, saatnya bagi lo, gua, kita semua untuk membangkikan lagi semangat persatuan anak-anak muda Indonesia lewat gerakan Sumpah Pemuda 2009 versi online.
Caranya gampang, nanti pas tanggal 28 Oktober 2009, pasang teks Sumpah Pemuda atau buat video singkat terus upload di semua media online yang kamu punya (Facebook, twitter, blogspot, plurk, frienster, dsb).
Ayo tunjukin kalau kita emang generasi muda Indonesia yang gak cuma bisa senang-senang tapi juga peduli sama Bangsa ini.
Cara bikin Sumpah Pemuda 2009 versi Online
22 Oktober 2009
Orang Indonesia itu makin banyak jumlah dan jenisnya.
dan gw ngeliat kalo keaneka ragaman itu bukan
sebuah halangan bagi kita untuk jadi satu bangsa.
Ayo kita bikin sebuah gerakan sumpah pemuda baru 2009,
lewat dunia online sebagai bentuk kepedulian kita sama persatuan
bangsa ini.
Kalo lo setuju nanti pas tanggal 28 Oktober 2009, posting teks Sumpah Pemuda di status FB lo, tweeter, status YM, di blog lo ato status aplikasi apa pun. or even rekam video diri lo dan temen-temen lo dan upload di youtube dan jangan lupa dikasih nama sumpah pemuda 2009?
Habis itu copy semua link-nya ke twitter kalian
gak peduli mau jawa, kalimantan, sulawesi, papua, arab, india
ato cina kayak gw. Ato campuran, selama lo merasa dan ber-KTP Indonesia.
supaya mempermudah kalian, ini contoh teks Sumpah pemuda sesuai medianya:
facebook, Plurk dll
SUMPAH PEMUDA 2009
Kami putra-putri Indoenesia mengaku bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia
Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa
Indonesia
Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan
bahasa Indonesia
#sumpahpemuda2009 saya putra indonesia bertumpah darah satu Indonesia, berbngsa satu Indonesia, Menjnjung Bhs Persatuan Bhs Indonesia
semoga ini semakin memaknai keinginan kita supaya Indonesia bersatu
Sumpah Pemuda 2009
22 Oktober 2009
Gw amaze, tau kenapa? waktu gw nonton di kuis siapa berani ternyata banyak anak muda yang gak tahu Sumpah Pemuda. Padahal Sumpah pemudah adalah sebagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Dan lewat keberanian anak-anak muda seperti kita ini, 81 tahun yang lalu, , Indonesia mulai bergerak untuk menjadi “Indonesia Satu”.
Gw jadi kepikiran buat ngajak loe, temen-temen loe dan temen-temen gw, gimana kalau kita bikin lagi Sumpah Pemuda tapi versi Online pada tanggal 28 oktober 2009 ini. Kenapa? Karena menurut gw banyak anak muda yang tergantung banget hidupnya sama internet dan lewat internet akan sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya dan nyebarin gerakan ini.
Kita ajak sebanyak-banyaknya temen kita untuk ikutan. Jadi makin banyak orang yang inget pentingnya arti Sumpah pemuda, ya… paling nggak tau isinya lah.
So…who’s with me ??
Cara untuk bikin Sumpah Pemudah 2009 versi online, bakal gua post di blog ini.
Metamorfosa itu sudah di mulai
22 Oktober 2009
Gw terbentur sama kandang gw sendiri, kandang gw yang mengakui sebagian identitas gw tapi kayanya tidak berbanding lurus dengan habitat gw untuk hidup. Pada saat itu gw hanya berfikir mungkin karena itu yang terbaik, tapi sebenrnya itu nggak jaminan. Katanya gw harus bisa menjaga diri, katanya gw harus bisa melindungi diri gw sendiri. Tapi ketika gw melongok keluar, kenapa gw harus mempersiapkan sebegitu banyak benteng sementara tidak ada yang berusaha merusak dan menjatuhkan gw. Ketika gw tanya mereka bilang gw naif. Mungkin gw polos atau gw bego ? tapi gw terima padaa saat itu, tapi semakin gw dewasa dan semakin gw liat bahwa gw gak punya musuh, kecuali kalo gw nyari musuh. Gw tidak harus hati-hati kalo gw cuma jadi orang baik yang mampu menempatkan diri di antara orang-orang.
Dan pada suatu waktu di kala gw mulai berfikir itu, gw mulai memutuskan gw harus bermetamorfosa, gw harus keluar dari cangkang gw yang selama ini gw anggap sebagai pelindung, namun tidak selamanya cangkang gw bertahan adalah benar acuan hidup gw. GW adalah manusia yang ingin di hargai sebagai manusia, GW adalah orang Indonesia yang sayang sama negara gw.
Mungkin ketika gw ngomong metamorfosa, ada yang bakal bilang, “kemana aja lo ? “, hey man gw baru dan thx gw di kasi hidup sampai umur 21 sekarang ini dan gw merasa gw bukan sebuah bentuk klasik. Ada nggak yang perduli ketika gw akan bermetamorf menjadi ebuah individu yang percaya dengan sepenuh hati kalo gw sama seperti orang Indonesia lainnya walaupun gw keturunan Cina ??
dan gw cina, tapi gw cina Indonesia
Sejarah Lalu untuk Sekarang
22 Oktober 2009

Ini cuma camilan sore yang kebetulan gw dapetkan dari sepotong roti dan secangkir teh panas. Tapi gw suka sama pernak-pernik tulisan ini. okay here we go…
Memang takdir nya kita itu berbeda, tapi memang tujuannya kita itu sama, dan kita memang harus bersatu
Kalau kita dengar tentang sumpah pemuda pada saat pelajaran sejarah, kita akan menemukan banyak sikap-sikap patriotik dari kalangan pemuda nasionalis Indonesia yang pada saat itu beramai-ramai membuat sebuah statement untuk bersatunya Indonesia lewat kongres pemuda terutama kongres pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.
Di kala itu berbagai perwakilan dari Indonesia, mulai dari Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes bahkan sampai Tanah Pasundan berkumpul untuk berkongres dan menyatakan bahwa mereka satu sebagai Indonesia. Dan pada saat itu Sumpah Pemuda menggetarkan dunia dengan pernyataan satu identitas sebagai bangsa Indonesia.
Sekarang Indonesia telah merdeka (64 tahun terhitung sejak tahun 1945) dan sudah banyak yang kita lalui sebagai sebuah bangsa dengan identitas ke Indonesiaan kita. Namun kini Indonesia sudah menjadi sebuah bentuk yang baru lagi, yang mungkin pada saat itu mungkin belum terfikirkan oleh para pemuda-pemuda di tahun itu. Kemajemukan bangsa Indonesia yang kini semakin kaya dengan berbagai jenis budayanya dan masyaraktnya. Contohnya, sudah berapa banyak warga keturunan yang bukan warga Indonesia asli telah tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Kaya gw yang kebetulan terlahir sebagai Cina keturunan Indonesia, juga ada yang orang arab keturunan, yang orang India keturunan, mungkin juga bangsa-bangsa lain yang sudah bercampu, semakin melengkapi variasi masyarakt Indonesia dan hingga kini tetap bersatu. Jujur, ini membuat sebuah kebanggan pada diri saya sebagai orang Indonesia, gila negara gw kaya sama jenis orang tapi tetap bisa solid. Dan Indonesia memang di takdirkan berbeda untuk bersatu bukan ??
hehehehe who’s with me ??
source sejarah menyatakan bahwa orang cina juga berpartisipasi dalam sumpah pemuda www.sumpahpemuda.org
apa yang kita kira belum tentu nyata
22 Oktober 2009
Tulisan ini saya ambil dari milis tionghua-net. ditulis oleh JT.
selamat membaca.
–
Cukup menarik diskusi tentang diskriminasi yang telah berkembang dan melebar sampai ke hal-hal yang tidak ada relevansinya alias tidak nyambung. Saya kira silang pendapat tentang masalah diskriminasi ini tidak akan selesai sampai kapanpun juga, karena pihak yang satu menghubungkannya dengan masalah perasaan, seperti misalnya orang yang tersinggung atau sakit hati. Perasaan mudah tersinggung atau sakit hati tidak mungkin bisa dirubah oleh orang lain, hanya pribadi yang bersangkutan sendiri yang bisa merubahnya dan itupun memerlukan waktu yang cukup lama.
Yang bisa kita lakukan hanya memberikan pandangan pada orang tsb, bahwa perasaan mudah tersinggung dan sakit hati, juga perasaan didikriminasi, timbul karena kita mendapat perlakuan dari orang lain yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, karena kita menempatkan diri kita terlalu tinggi. Kalau kita mengharapkan pujian sebagai orang pandai level 8, tentu akan tersinggung kalau ada orang yang memuji kita hanya sebagai orang pandai level 6. Kalau kita mengharap pujian sebagai orang kaya kelas T, tentu akan tersinggung kalau orang2 hanya menganggap kita punya kekayaan kelas M. Tapi sebaliknya kita akan senang mendapat pujian apapun juga, kalau sebelumnya kita tidak pernah mengharapkan pujian sebagai orang pandai level 8 atau sebagai orang kaya kelas T. Oleh karena itu jadilah orang yang low profile, maka kita akan hidup gembira karena sering terhibur dengan banyaknya orang yang terkecoh dengan penampilan kita.
Begitu juga kalau kita merasa bahwa kita sebagai orang Tionghoa harus mendapat perlakuan istimewa kelas executive ketika terjadi bencana, tentu akan merasa didiskriminasi kalau ternyata hanya mendapat perlakuan kelas ekonomi. Lebih parah lagi kalau kelakuan tak terpuji yang dilakukan oleh 1-2 orang pri, dianggap mewakili seluruh pribumi, TNI, dan pemerintah Indonesia. Mereka langsung meng-claim bahwa orang Tionghoa di Padang di diskriminasi dalam mendapatkan bantuan. Benar apa yang dikatakan Iwan Sams, perasaan didiskriminasi atau tidak, sebenarnya timbul dari pikiran kita sendiri. Sebaliknya orang Tionghoa yang tertimpa bencana atau siapapun juga, seyogyanya merasa beruntung dengan bantuan yang diterimanya, karena masih banyak orang lain yang lebih menderita dari dia yang belum mendapat bantuan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa menuntut semua orang Indonesia harus “SUKA” kepada orang Tionghoa dan melarang mereka membenci orang Tionghoa. Sama seperti kita juga tidak bisa melarang orang Tionghoa tidak suka kepada “ti-ko” atau “fan-kui”. Kalau ada seorang pri yang membenci Cina, profesor sekalipun, kita tidak bisa melarangnya karena sampai sejauh ini belum ada UU yang bisa mengatur pikiran seseorang. Tapi apakah tindakan profesor tsb mewakili semua pri di Indonesia atau PTN atau mewakili semua institusi pemerintah? Tentu tidak bukan, karena kalau benar, mustahil saya dan sejumlah orang Tionghoa bisa sekolah atau menjadi dosen di berbagai PTN.
Secara umum, kelompok masyarakat, baik pri maupun Tionghoa, terbagi dalam beberapa katagori, mulai dari yang: Baik Sekali, Baik, Cukup, Kurang Baik, dan Extrim. Kelompok extrim ini juga terbagi lagi, mulai dari yang hanya sekedar extrim dalam wacana (sekedar berbual-bual), extrim dalam pemikiran, sampai extrim dalam kata dan perbuatan bak layaknya teroris. Kata2 iseng yang keluar dari 1-2 orang pri yang extrim dalam wacana, ketika sampai di telinga kelompok Tionghoa extrim, wacananya akan berkembang menjadi “kenyataan” sebagai tindakan diskriminasi yang tidak berprikemanusiaan, yang melanggar hak azasi manusia, yang harus dibasmi sampai ke akar-akarnya, dan tindakan2 lain yang mengerikan yang harus dilaporkan ke Komisi HAM PBB dan stop segala macam bantuan kemanusiaan ke Indonesia, yang jauh lebih dahsyat dari gempa bumi itu sendiri.
Salam
JT
Nasionalisme itu tindakan bukan penyangkalan
22 Oktober 2009
Orang nasionalis itu bentuknya bermacam-macam. Ada yang semua barangnya buatan dalam negeri, ada yang nempel bendera merah putih di kaca mobilnya, ada yang gak mau bicara bahasa lain selain Indonesia, ada yang membenci suku bangsa lain, ada juga yang menginspirasikan orang lain.
Tapi untuk orang keturunan cina seperti gua ini, nasionalisme bisa jadi hanya sebatas penyangkalan besar tentang siapa kita sebenarnya.
Seperti seorang teman gua, cina keturunan yang berasal dari Surabaya. Entah kenapa setiap kali dia selalu menyangkal kalau dia orang keturunan, padahal jelas-jelas matanya sipit dan kulitnya putih, terus dengan setengah ngotot dia akan bilang ke semua orang kalau dia orang Indonesia. (yayaya… I hear you but I don’t feel you. atau talk to the hand dude! ahahahahaha.)
Ironisnya, bentuk nasionalisnya temen gua itu cuma sampai sebatas itu. Tetep aja dia ngeluh-ngeluh soal hidup di Indonesia tanpa melakukan tindakan apapun.
Beda lagi sama temen gua yang lain, sebut aja namanya Stephen. Dia ini juga keturunan cina yang nasionalis. Seperti temen gua di atas, dia juga merasa sebagai orang Indonesia. Nah bedanya, dia gak pernah sekalipun menyangkal kalau dia itu orang keturunan cina dan dia juga gak pernah capek-capek “mengumumkan” ke semua orang kalau dia itu orang Indonesia. Bedanya lagi dia selalu membela Indonesia dengan sekuat tenaga kalau ada orang yang menjelek-jelekan Indonesia. Gak pernah sekalipun dia mengeluh tentang Indonesia, karena dia percaya negeri ini pasti bisa bangkit.
Andai setengah aja dari seluruh orang Indonesia bisa punya keyakinan yang sama dengan Stepehen, mungkin negeri ini bisa bangkit lebih cepat.
Kesimpulan dari tulisan ini sebetulnya sudah ada di judul. Nasionalisme itu gak cukup hanya dengan teriak ke semua orang kalau kita ini orang Indonesia, tapi apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia.
Chocolate
22 Oktober 2009
Ini karya salah satu movie maker favorite gua, alm. Yasmin Ahmad.